Menu

Instagram membeberkan beberapa topik dan tagar yang ramai dibicarakan selama bulan Ramadhan. Instagram menyebut, topik seputar keluarga dan teman, travel, makanan, dab belanja online pun ramai dibicarakan selama ini.
"Tema yang ada hubungannya dengan keluarga, engagement-nya tinggi banget. Insight ini enggak cuma saat Ramadhan, tapi dua minggu sebelumnya sudah mulai," jelas Aldo Rambie, Client Partner Facebook dan Instagram Indonesi dalan acara di Jakarta, Selasa (14/5/2019).
Lebih spesifiknya lagi, Aldo mengatakan topik seputar travel dan belanja online banyak dibicarakan setelah jam-jam sahur hingga pukul 12.00-14.00. Kedua topik itu perlahan akan digantikan oleh topik mengenai keluarga dan makanan jelang waktu berbuka puasa.
Topik ini laris manis menjadi obrolan pengguna Instagram di Indonesia, hingga puncaknya pada H-7 jelang Hari Raya Idul Fitri, menurut data internal Instagram pada 2018 lalu.
"Menurut saya cukup logis ya, pagi hari mencari online shop dan travel agar tidak mengganggu puasa kita dan supaya tidak terpikir makanan, tapi menjelang berbuka baru mulai ramai membicarakan topik makanan, keluarga, dan teman," tandas Aldo.
Aldo menambahkan, data ini bisa menjadi patokan bagi konten kreator, khususnya pemilik akun bisnis untuk mengunggah konten pada jam-jam tersebut. Mereka juga bisa menambahkan tagar populer selama bulan puasa 2019 ini.
Kelima tagar tersebut adalah #selamatberpuasa, #tokoparselmurah, #happyfasting, #sepatumuslimahsporty, atau #semangatpuasa agar lebih menjangkau lebih banyak sasaran.
"Ini memang bukan tagar teratas, tapi pertumbuhannya meningkat saat Ramadhan ini, dan bisa jadi pertimbangan teman-teman untuk postingan di bulan ini," imbuh Aldo.
Menurut Aldo, meski algoritma Instagram sudah lagi tidak kronologis dalam menampilkan linimasa, namun cara-cara ini disebutnya masih efektif menggaet konsumen.
Sebab, algoritma masih mempertimbangkan hal-hal yang dianggap disukai pengguna, sehingga konten-konten terkait tetap akan muncul di awal.
"Yang kami tunjukkan tadi sangat relevan dan membuktikan beberapa konten tersebut memang keluar di awal-awal (sesuai target). Machine learning akan melihat mana topik-topik yang disukai dan dikirim oleh pengguna," jelasnya.
Bagi akun bisnis, Aldo menyarankan untuk memanfaatkan fitur insight lebih maksimal untuk mempromosikan bisnis di Instagram.
Ia juga menyarankan pengguna untuk mencari konten yang disukai dengan bantuan kecerdasan buatan.
Instagram Indonesia mengklaim fitur Instagram Stories menjadi favorit selama bulan Ramadhan. Tahun lalu, penggunaan Instagram Stories naik 28 persen di bulan itu.

Sumber : Kompas.com - 15/05/2019, 08:06 WIB

0 comments:

Post a Comment

 
Top